Mengenal Retardasi Mental dan Penanganannya

Retardasi mental
Retardasi mental merupakan sebuah kelemahan jiwa dengan inteligensi yang tidak normal atau kurang semenjak masa perkembangan, yaitu sejak dilahirkan ataupun sejak masih anak-anak. Pada umumnya ada perkembangan mental yang dinilai kurang secara menyeluruh, namun gejala yang inti yaitu intelegensi yang mengalami keterbelakangan. Gangguan mental yang satu ini juga bisa disebut juga sebagai oligofrenia.

Gangguan mental ini adalah sebuah kelemahan yang terjadi kepada fungsi intelek. Kemampuan jiwa mengalami kegagalan untuk berkembang dengan normal. Intelegensi, mental, kemauan dan juga perasaannya berada di dalam tingkat yang masih begitu rendah, sehingga si penderita bisa mengalami hambatan untuk menyesuaikan diri dengan lingkungannya.

Kenali Depresi Pada Lansia

Depresi Pada Lansia
Selama ini kita mengetahui bahwa depresi menjadi salah satu masalah mental yang paling banyak didapati pada pada lansia dan hal ini pastinya memerlukan penatalaksanaan holistik dan seimbang di aspek mental, fisik serta sosial. Selain itu, depresi pada lansia merupakan hal yang harus diwaspadai dan juga dideteksi seawal mungkin sebab bisa memberikan pengaruh pada perjalanan penyakit fisik dan juga kualitas hidup si penderita.

Deteksi sedini mungkin harus dilakukan guna mewaspadai depresi, khususnya pada lansia yang memiliki penyakit degeneratif, keluhan somatic kronis, menjalani perawatan lama di rumah sakit, dan juga lansia dengan isolasi sosial. Selain itu, perubahan pada sikap lansia saat proses pengobatan juga merupakan sebuah tanda adanya depresi yang mereka alami. Perubahan sikap yang dialami oleh para lansia yang mengalami depresi pada umumnya berupa seringkali mengabaikan saran dari dokter, meminum obat sembarangan, dll.

Memahami Gangguan Mental Organik

gangguan mental organik
Gangguan mental organik merupakan sebuah gangguan mental yang memiliki dasar organik yang patologis yang juga bisa diidentifikasi seperti halnya penyakit serebo vaskular, tumor otak, intoksikasi obat-obatan, dll. Secara umum, ganguan mental seperti ini bisa diklasifikasikan menjagi 3 kelompok berdasarkan kepada gejala utamanya yang merupakan gangguan berbahasa, gangguan kognitif seperti halnya penurunan daya ingat, dan juga gangguan perhatian. Ketiga kelompok gangguan mental itu adalah delirium, dimensia, serta gangguan amnestik.

Delirium 

Gejala utama dari gangguan delirium ini adalah gangguan kesadaran serta kognitif. Lalu gejala mentalnya adalaha gangguan pada tingkat mood, persepsi, serta perilaku. Gangguan mental organik jenis ini lebih cepat dihilangkan bila kita bisa lebih cepat mengidentifikasi penyebabnya.

Gejala Depresi Pada Wanita Dan Cara Mengatasinya

Gejala Depresi Pada Wanita
Para kaum hawa memiliki kecenderungan resiko terkena depresi dua kali lebih besar daripada kaum pria. Masih belum pasti apakah alasan yang pasti yang mendasari hal ini, namun demikian terjadinya beberapa perubahan kadar hormon pada para wanita diduga dan juga mungkin berkaitan dengan depresi yang mereka alami. Hingga saat ini, para ahli masih terus mempelajari berbagai gejala depresi yang dialami oleh para wanita. Beberapa gejala depresi pada umumnya terjadi hampir tiap hari, dan juga berlangsung  sekitar dua minggu ataupun lebih.

Sejumlah gejala depresi yang mungkin dialami para wanita:
  • Ketertarikan ataupun kesenangan akan beberapa hal yang dahulu begitu menyenangkan untuknya menjadi hilang, termasuk juga dengan sex.
  • Sering menangis, sedih, dan seakan tak memiliki harapan.
  • Memiliki pikiran ingin mati dan juga bunuh diri.
  • Merasa begitu bersalah, tak memiliki daya dan tak berguna
  • Nafsu makan hilang, merasa lemah serta tak memiliki gairah hidup.
  • Tak bisa berkonsentrasi dan tak bisa membuat keputusan.
  • Gejala depresi yang terakhir adalah selalu merasa mudah tersinggung, resah, dan juga terganggu.