Showing posts with label Gejala Depresi. Show all posts
Showing posts with label Gejala Depresi. Show all posts

Kenali Depresi Pada Lansia

Depresi Pada Lansia
Selama ini kita mengetahui bahwa depresi menjadi salah satu masalah mental yang paling banyak didapati pada pada lansia dan hal ini pastinya memerlukan penatalaksanaan holistik dan seimbang di aspek mental, fisik serta sosial. Selain itu, depresi pada lansia merupakan hal yang harus diwaspadai dan juga dideteksi seawal mungkin sebab bisa memberikan pengaruh pada perjalanan penyakit fisik dan juga kualitas hidup si penderita.

Deteksi sedini mungkin harus dilakukan guna mewaspadai depresi, khususnya pada lansia yang memiliki penyakit degeneratif, keluhan somatic kronis, menjalani perawatan lama di rumah sakit, dan juga lansia dengan isolasi sosial. Selain itu, perubahan pada sikap lansia saat proses pengobatan juga merupakan sebuah tanda adanya depresi yang mereka alami. Perubahan sikap yang dialami oleh para lansia yang mengalami depresi pada umumnya berupa seringkali mengabaikan saran dari dokter, meminum obat sembarangan, dll.

Gejala Depresi Pada Wanita Dan Cara Mengatasinya

Gejala Depresi Pada Wanita
Para kaum hawa memiliki kecenderungan resiko terkena depresi dua kali lebih besar daripada kaum pria. Masih belum pasti apakah alasan yang pasti yang mendasari hal ini, namun demikian terjadinya beberapa perubahan kadar hormon pada para wanita diduga dan juga mungkin berkaitan dengan depresi yang mereka alami. Hingga saat ini, para ahli masih terus mempelajari berbagai gejala depresi yang dialami oleh para wanita. Beberapa gejala depresi pada umumnya terjadi hampir tiap hari, dan juga berlangsung  sekitar dua minggu ataupun lebih.

Sejumlah gejala depresi yang mungkin dialami para wanita:
  • Ketertarikan ataupun kesenangan akan beberapa hal yang dahulu begitu menyenangkan untuknya menjadi hilang, termasuk juga dengan sex.
  • Sering menangis, sedih, dan seakan tak memiliki harapan.
  • Memiliki pikiran ingin mati dan juga bunuh diri.
  • Merasa begitu bersalah, tak memiliki daya dan tak berguna
  • Nafsu makan hilang, merasa lemah serta tak memiliki gairah hidup.
  • Tak bisa berkonsentrasi dan tak bisa membuat keputusan.
  • Gejala depresi yang terakhir adalah selalu merasa mudah tersinggung, resah, dan juga terganggu.

Depresi Pasca Melahirkan - Depresi Postpartum

Depresi Postpartum
Depresi Postpartum didefinisikan oleh National Library of Medicine seperti depresi tingkat sedang sampai berat pada seorang wanita setelah ia melahirkan. Hal ini dapat terjadi segera setelah melahirkan atau sampai setahun kemudian. Sebagian besar kasus terjadi pada tiga bulan pertama setelah melahirkan. Bayi yang baru lahir dapat membawa perubahan emosi yang signifikan terutama untuk ibu. Banyak ibu baru akan mengalami perubahan suasana hati dan sering kali menangis tanpa sebab setelah melahirkan, tetapi tidak perlu terlalu risau sebab hal ini cukup umum dan biasanya hilang sendiri setelah beberapa waktu. Kondisi ini oleh para ahli disebut dengan baby blue. Lain halnya dengan depresi pasca melahirkan atau yang biasa disebut depresi postpartum, meskipun terlihat sama pada awalnya dengan baby blue, kondisi ini tidak juga hilang meskipun telah lewat masa yang cukup panjang. Depresi postpartum bisa menjadi sedikit lebih rumit, dan dalam kasus yang parah bila tidak diobati, benar-benar berbahaya.

Tanda-tanda Depresi Postpartum

Hal pertama yang harus tahu tentang hal itu tentu saja, apa gejalanya? Hal ini penting untuk mengetahui apakah Anda atau pasangan Anda sedang menderita gangguan tersebut! Beberapa tanda yang sering kali muncul adalah sebagai berikut :