Stress erat kaitannya dengan tekanan hidup yang semakin hari semakin tinggi. Masyarakat urban biasanya menjadi objek yang rentan terhadap serangan stress. Hal ini wajar mengingat kompleksitas hidup di perkotaan lebih rumit dan tidak sesederhana di kota. Selain itu, pola perilaku sosial di kota juga sangat berbeda dengan desa. Meski demikian, stress sesungguhnya bisa menyerang seseorang dimana dan kapanpun. Stress terlihat sangat sederhana dan sering ditangani sejak dini. Padahal,
akibat stress cukup serius dan dalam kondisi tertentu bisa berujung pada kematian.
Beberapa Akibat Stress Pada Manusia
Stress menampakkan diri dengan cara yang berbeda-beda. Para ahli bahkan mengelompokkan
akibat stress untuk mempermudah mempelajari berbagai efek penyakit ini. Akibat stress dikelompokkan ke dalam tiga kategori yakni akibat secara fisiologis, psikologis dan perilaku. Berdasarkan riset berkelanjutan, secara fisiologis stress bisa mengakibatkan perubahan pada fisik atau organ pada manusia. Akibat ini bisa berupa perubahan dalam sistem metabolisme manusia, meningkatkan detak jantung, membuat nafas lebih berat, menaikkan tekanan darah, menimbulkan sakit kepala tanpa sebab, serta memicu serangan jantung.