5 Cara Mengatasi Ketakutan

cara mengatasi ketakutan
Setiap kita pasti pernah mengalami rasa takut dengan beragam alasan. Ada yang takut pada hal-hal mistis, ada yang takut pada ketinggian, takut gelap dan alasan-alasan lainnya. Meski umum dialami, namun dalam kondisi tertentu rasa takut ini bisa menghambat dan bahkan memperburuk suatu keadaan. Nah, karenanya penting juga untuk memahami cara mengatasi ketakutan, terutama yang telah sampai pada tahapan yang berlebihan. Berikut kami sajikan beberapa tips manjur yang bisa Anda coba. Silahkan disimak.

Beberapa Tips Menghilangkan Rasa Cemas

Menghilangkan Rasa Cemas
Cemas merupakan perasaan was-was yang sering menghinggapi manusia. Kabarnya, manusia memang akan selalu merasakan hal ini. Dan dalam kondisi tertentu masih dikategorikan wajar. Hanya saja, jika perasaan cemas tersebut dibiarkan, bisa saja melebar ke tahapan yang tidak lagi normal. Dalam kondisi tertentu, cemas yang tidak diatasi bisa merembet ke persoalan kejiwaan seperti halusinasi dan semacamnya. Jadi, jika Anda mencemaskan sesuatu, segeralah mencari cara agar perasaan itu hilang. Berikut kami sajikan beberapa tips dan cara menghilangkan rasa cemas yang berlebihan.

Kenali Bahaya Stress Oksidatif

Stress Oksidatif
Stress oksidatif kerapkali terjadi dikarenakan oleh efek samping dari berbagai aktivitas tubuh kita. Ketika sel di dalam tubuh memakai oksigen guna menghasilkan energy, sel tubuh bisa membentuk molekul reaktif yang bisa disebut juga dengan radikal bebas. Bila kekurangan electron di salah satu atomnya, maka molekul radikal bebas ini bisa menjadi lebih tak stabil. Molekul yang tak stabil itu bakal aktif untuk mencari pasangan electron bagi atomnya. Reaksi yang seperti ini bisa membuat seluruh sel di dalam tubuh kita menjadi lebih rugi.

Stress jenis ini dikarenakan oleh adanya ketidakseimbangan antara proses produksi spesi oksigen reaktif dan juga sistem biologis kemampuan guna mudah memperbaiki kerusakan yang ada. Yang dimaksud dengan stress oksidatif ini yaitu sebuah kerusakan sel yang dikarenakan oleh reaksi kimia antara radikal bebas dan juga molekul di dalam tubuh. Kerusakan sel yang dikarenakan oleh stress ini diyakini bisa menjadi salah satu penyebab pada beberapa penyakit kronis seperti halnya kanker.

Cara Mengatasi Depresi Berat Tanpa Obat

Cara Mengatasi Depresi
Setiap orang yang mengalami depresi pastinya tidak akan sadar bahwa dirinya tengah mengalami depresi khususnya pada depresi ringan sampai sedang. Hal ini dikarenakan gejala depresi pada tahap awal yang memang tak terlalu mencolok dan tak akan mudah kita ketahui. Saat depresi sudah menjadi lebih berat, maka saat itulah biasanya baru kita menyadarinya dan kita akan menemui dokter untuk mendapatkan cara mengatasi depresi yang kita alami. Pada sebagian besar kasus, dokter akan memberikan resep antidepresan. Tetapi bila kita yang sedang mengalami depresi tidak ingin mengonsumsi obat-obatan, kita dapat melakukan sejumlah cara menangani depresi tanpa obat. Beberapa terapi atau latihan berikut ini akan membantu kita dalam mengatasi depresi dengan hasil yang cukup signifikan :

Mengenal Retardasi Mental dan Penanganannya

Retardasi mental
Retardasi mental merupakan sebuah kelemahan jiwa dengan inteligensi yang tidak normal atau kurang semenjak masa perkembangan, yaitu sejak dilahirkan ataupun sejak masih anak-anak. Pada umumnya ada perkembangan mental yang dinilai kurang secara menyeluruh, namun gejala yang inti yaitu intelegensi yang mengalami keterbelakangan. Gangguan mental yang satu ini juga bisa disebut juga sebagai oligofrenia.

Gangguan mental ini adalah sebuah kelemahan yang terjadi kepada fungsi intelek. Kemampuan jiwa mengalami kegagalan untuk berkembang dengan normal. Intelegensi, mental, kemauan dan juga perasaannya berada di dalam tingkat yang masih begitu rendah, sehingga si penderita bisa mengalami hambatan untuk menyesuaikan diri dengan lingkungannya.

Kenali Depresi Pada Lansia

Depresi Pada Lansia
Selama ini kita mengetahui bahwa depresi menjadi salah satu masalah mental yang paling banyak didapati pada pada lansia dan hal ini pastinya memerlukan penatalaksanaan holistik dan seimbang di aspek mental, fisik serta sosial. Selain itu, depresi pada lansia merupakan hal yang harus diwaspadai dan juga dideteksi seawal mungkin sebab bisa memberikan pengaruh pada perjalanan penyakit fisik dan juga kualitas hidup si penderita.

Deteksi sedini mungkin harus dilakukan guna mewaspadai depresi, khususnya pada lansia yang memiliki penyakit degeneratif, keluhan somatic kronis, menjalani perawatan lama di rumah sakit, dan juga lansia dengan isolasi sosial. Selain itu, perubahan pada sikap lansia saat proses pengobatan juga merupakan sebuah tanda adanya depresi yang mereka alami. Perubahan sikap yang dialami oleh para lansia yang mengalami depresi pada umumnya berupa seringkali mengabaikan saran dari dokter, meminum obat sembarangan, dll.

Memahami Gangguan Mental Organik

gangguan mental organik
Gangguan mental organik merupakan sebuah gangguan mental yang memiliki dasar organik yang patologis yang juga bisa diidentifikasi seperti halnya penyakit serebo vaskular, tumor otak, intoksikasi obat-obatan, dll. Secara umum, ganguan mental seperti ini bisa diklasifikasikan menjagi 3 kelompok berdasarkan kepada gejala utamanya yang merupakan gangguan berbahasa, gangguan kognitif seperti halnya penurunan daya ingat, dan juga gangguan perhatian. Ketiga kelompok gangguan mental itu adalah delirium, dimensia, serta gangguan amnestik.

Delirium 

Gejala utama dari gangguan delirium ini adalah gangguan kesadaran serta kognitif. Lalu gejala mentalnya adalaha gangguan pada tingkat mood, persepsi, serta perilaku. Gangguan mental organik jenis ini lebih cepat dihilangkan bila kita bisa lebih cepat mengidentifikasi penyebabnya.

Gejala Depresi Pada Wanita Dan Cara Mengatasinya

Gejala Depresi Pada Wanita
Para kaum hawa memiliki kecenderungan resiko terkena depresi dua kali lebih besar daripada kaum pria. Masih belum pasti apakah alasan yang pasti yang mendasari hal ini, namun demikian terjadinya beberapa perubahan kadar hormon pada para wanita diduga dan juga mungkin berkaitan dengan depresi yang mereka alami. Hingga saat ini, para ahli masih terus mempelajari berbagai gejala depresi yang dialami oleh para wanita. Beberapa gejala depresi pada umumnya terjadi hampir tiap hari, dan juga berlangsung  sekitar dua minggu ataupun lebih.

Sejumlah gejala depresi yang mungkin dialami para wanita:
  • Ketertarikan ataupun kesenangan akan beberapa hal yang dahulu begitu menyenangkan untuknya menjadi hilang, termasuk juga dengan sex.
  • Sering menangis, sedih, dan seakan tak memiliki harapan.
  • Memiliki pikiran ingin mati dan juga bunuh diri.
  • Merasa begitu bersalah, tak memiliki daya dan tak berguna
  • Nafsu makan hilang, merasa lemah serta tak memiliki gairah hidup.
  • Tak bisa berkonsentrasi dan tak bisa membuat keputusan.
  • Gejala depresi yang terakhir adalah selalu merasa mudah tersinggung, resah, dan juga terganggu.

Depresi Pasca Melahirkan - Depresi Postpartum

Depresi Postpartum
Depresi Postpartum didefinisikan oleh National Library of Medicine seperti depresi tingkat sedang sampai berat pada seorang wanita setelah ia melahirkan. Hal ini dapat terjadi segera setelah melahirkan atau sampai setahun kemudian. Sebagian besar kasus terjadi pada tiga bulan pertama setelah melahirkan. Bayi yang baru lahir dapat membawa perubahan emosi yang signifikan terutama untuk ibu. Banyak ibu baru akan mengalami perubahan suasana hati dan sering kali menangis tanpa sebab setelah melahirkan, tetapi tidak perlu terlalu risau sebab hal ini cukup umum dan biasanya hilang sendiri setelah beberapa waktu. Kondisi ini oleh para ahli disebut dengan baby blue. Lain halnya dengan depresi pasca melahirkan atau yang biasa disebut depresi postpartum, meskipun terlihat sama pada awalnya dengan baby blue, kondisi ini tidak juga hilang meskipun telah lewat masa yang cukup panjang. Depresi postpartum bisa menjadi sedikit lebih rumit, dan dalam kasus yang parah bila tidak diobati, benar-benar berbahaya.

Tanda-tanda Depresi Postpartum

Hal pertama yang harus tahu tentang hal itu tentu saja, apa gejalanya? Hal ini penting untuk mengetahui apakah Anda atau pasangan Anda sedang menderita gangguan tersebut! Beberapa tanda yang sering kali muncul adalah sebagai berikut :

Makanan Nikmat Penghilang Stress

Makanan Penghilang Stress
Stress mengacu pada kondisi di mana seseorang tak lagi mampu menghalau tekanan dari dalam diri ataupun dari lingkungannya. Sebagai akibatnya, seseorang yang diserang stress sulit untuk berkonsentrasi, pemurung, menolak untuk bersosialisasi, dan bisa saja berujung pada kematian akibat bunuh diri. Menghalau stress memang tak selalu mudah. Tetapi tahukah Anda bahwa beberapa jenis makanan bisa membahagiakan Anda dan mengusir stress jauh-jauh? Berdasarkan penelitian klinis, serotonin (senyawa yang bertanggungjawab atas rasa bahagia) bisa dirangsang dengan mengkonsumsi makanan penghilang stress semisal coklat, es krim, dan lain-lain. Tak percaya? Berikut uraiannya. 

Menghindari Stress Saat Hamil

Stress Saat Hamil
Masa kehamilan merupakan fase yang membahagiakan sekaligus mendebarkan bagi seorang wanita. Membahagiakan karena anggota baru di keluarga akan segera hadir. Tetapi juga mendebarkan sebab masa ini rawan dengan beberapa gangguan. Salah satunya adalah stress. Berbagai tekanan baik itu fisik ataupun psikis, bisa menimbulkan konflik batin bagi wanita hamil. Terlebih pada momen ini, hormon membuat wanita cenderung lebih sensitif. Tetapi bagaimanapun, stress saat hamil harus dihindari sebab bisa membahayakan kesehatan bayi juga sang ibu tentunya.

Penyebab Stress Di Masa Kehamilan

Stress saat hamil bisa disebabkan oleh beberapa faktor yang kemudian diperparah oleh ketidakseimbangan hormon. Wanita yang sedang hamil cenderung merasa khawatir yang berlebihan terhadap beberapa hal termasuk kesehatan janin dan juga hal-hal teknis seperti proses kelahiran yang menakutkan. Jika perasaan cemas dan khawatir ini tidak dikelola dengan baik bisa berujung pada stress bahkan depresi. Calon ibu yang diserang stress akan memperlihatkan gejala antara lain:

Mengidentifikasi Tingkat Stress

tingkat stress
Stress merupakan stimulus atau bisa juga dikatakan sebagai situasi yang menimbulkan apa yang disebut dengan distress yang kemudian menimbulkan tuntutan fisik juga psikis dalam diri seseorang. Stress merupakan reaksi akibat adanya tekanan mental atau beban kehidupan yang tidak mampu lagi diolah dan berujung pada kesehatan dan fungsi organ-organ tubuh. Stress melibatkan unsur psikis dan fisik sekaligus. Meski melibatkan fisik, tetapi sangat sulit untuk mengidentifikasi gejala stress sebab gangguan stress pada umunya timbul secara lamban, tidak jelas kapan mulainya dan seringkali tidak disadari baik itu yang mengalami ataupun orang yang berinteraksi dengan penderita stress. Meski demikian, berdasarkan pengalaman para psikiatri, terdapat beberapa tingkat stress yang dibagi berdasarkan gejala yang muncul.

Tingkat Stress

Setiap tahapan stress memperlihatkan sejumlah gejala-gejala yang dirasakan oleh orang yang mengalami stress. Dengan memahami tahapan ini, kita bisa mengetahui tingkatan stress yang dialami seseorang dan akan mempermudah sebelum dilakukan pemeriksaan lebih lanjut ke dokter. Petunjuk-petunjuk tahapan stress tersebut dikemukakan oleh Dr. Robert J. Van Amberg yang merupakan seorang psikiater.

Beberapa Cara Menghindari Stress

Stress secara sederhana diartikan sebagai sebuah kondisi dimana seseorang tak lagi bisa mengelola tekanan baik itu dari dalam maupun dari luar. Ketidakmampuan ini kemudian terlihat dari pola perilaku yang berubah dan cenderung negative. Perubahan ini dalam tahapan lebih lanjut bisa berakibat pada menurunnya fungsi organ di dalam tubuh manusia. Seiring dengan tuntutan hidup yang semakin kompleks, penderita stress juga semakin meningkat. Meski demikian, selalu ada banyak cara menghindari stress. Berikut uraiannya.

Positif Dalam Segala Hal

Cara paling awal untuk menghindari stress menyerang hidup Anda adalah dengan berusaha berpikiran positif. Hal ini memang tak selalu mudah tetapi semakin lama Anda akan semakin terbiasa. Pikiran yang postif akan menenangkan jiwa sehingga sekeras apapun benturan dari luar, Anda akan tetap terproteksi. Pikiran positive juga akan membuat Anda tenang dalam menghadapi masalah. Sementara itu, pikiran negative hanya akan memicu prasangka, rasa cemas yang berlebihan, rasa takut dan sebagainya. Sehingga ketika ada tekanan dari luar, stress dengan mudah menggerogoti Anda.

Mengenal Ciri-Ciri Stress

ciri-ciri stress
Tekanan hidup yang semakin hari semakin komples membuat stress tumbuh subur di tengah masyarakat. Sayangnya, mengingat gejala stress bertahap dan lambat, membuat banyak orang sama sekali tidak menyadari saat dirinya telah masuk ke dalam fase stress. Karenanya, penting untuk memahami ciri-ciri stress agar penderita bisa mengambil langkah penanggulangan sedini mungkin. Pada prinsipnya, stress menampakkan diri dengan bermacam cara. Namun, secara umum gejala atau ciri-ciri stress bisa dikelompokkan ke dalam dua kategori yakni kognitif/emosional dan fisik.

Ciri-Ciri Kognitif

Jika diterjemahkan secara sederhana, maka stress tak lain adalah persoalan kejiwaan yang pada akhirnya bermuara pada jasmani seseorang. Ciri-ciri kognitif dari stress biasanya muncul terlebih dahulu ketimbang gejala fisik. Namun, sering kali kita tak menyadari hal tersebut sebab unsur kognitif stress terlihat normal. Adapun beberapa ciri-ciri stress dalam lingkup kognitif sebagai berikut:

Beberapa Akibat Stress Pada Manusia

akibat stress
Stress erat kaitannya dengan tekanan hidup yang semakin hari semakin tinggi. Masyarakat urban biasanya menjadi objek yang rentan terhadap serangan stress. Hal ini wajar mengingat kompleksitas hidup di perkotaan lebih rumit dan tidak sesederhana di kota. Selain itu, pola perilaku sosial di kota juga sangat berbeda dengan desa. Meski demikian, stress sesungguhnya bisa menyerang seseorang dimana dan kapanpun. Stress terlihat sangat sederhana dan sering ditangani sejak dini. Padahal, akibat stress cukup serius dan dalam kondisi tertentu bisa berujung pada kematian.

Beberapa Akibat Stress Pada Manusia

Stress menampakkan diri dengan cara yang berbeda-beda. Para ahli bahkan mengelompokkan akibat stress untuk mempermudah mempelajari berbagai efek penyakit ini. Akibat stress dikelompokkan ke dalam tiga kategori yakni akibat secara fisiologis, psikologis dan perilaku. Berdasarkan riset berkelanjutan, secara fisiologis stress bisa mengakibatkan perubahan pada fisik atau organ pada manusia. Akibat ini bisa berupa  perubahan dalam sistem metabolisme manusia, meningkatkan detak jantung, membuat nafas lebih berat, menaikkan tekanan darah, menimbulkan sakit kepala tanpa sebab, serta memicu serangan jantung.

Belajar Manajemen Stress

Manajemen Stress
Secara sederhana, manajemen stress diartikan sebagai kemampuan penggunaan sumber daya (manusia) secara efektif untuk mengatasi segala gangguan atau kekacauan mental serta emosional yang muncul sebagai respon. Mencermati defenisi ini, kita bisa menyimpulkan bahwa manajemen stress adalah sebuah kecakapan dalam menghadapi tantangan dengan cara mengendalikan tanggapan (respon) secara proporsional dengan demikian manusia bisa memperbaiki kualitas hidupnya. Kemampuan mengolah ini tidak datang begitu saja tetapi didapatkan melalui sebuah proses. Stress sesungguhnya tidak akan terjadi jika seseorang mampu membentengi dirinya dari segala macam tekanan eksternal.

Teknik Mengolah Stress

Manajemen stress
bisa dilakukan dengan menerapkan beberapa teknik. Dalam dunia psikiatri teknik mengolah stress tersebut dikelompokkan ke dalam empat metode yakni kerekayasaan organisasi, kerekayasaan pribadi, teknik penenangan pikiran serta teknik penenangan melalui aktivitas fisik. Manajemen stress ini erat kaitannya dengan istilah “Flight or Fight”. Flight berarti menanggalkan kondisi yang menekan mental sedangkan Fight adalah melawan dengan baik kondisi tersebut. Opsi Fight ini yang kemudian bermuara pada manajemen stress.

Tips Cara Menghilangkan Stress

Cara Menghilangkan Stress
Stress merupakan kondisi dinamik dimana seseorang tak lagi bisa mengolah respon secara proporsional terhadap berbagai tekanan serta dinamika sosial dalam kesehariannya. Stress pada dasarnya menyangkut masalah kejiwaan yang berbuntut pada masalah kesehatan terutama menurunnya fungsi organ dalam tubuh. Stress memang terkesan sederhana, tapi tahukah Anda bahwa menganggap remeh stress akan mengantarkan Anda pada kondisi stress kronik yang bisa saja berujung pada kematian. Sayangnya, cukup sulit untuk mengidentifikasi gejala awal stress sebab efeknya berjalan lambat. Tetapi bukan berarti stress tak bisa dihilangkan. Berikut beberapa cara menghilangkan stress yang dirangkum dari berbagai sumber.

Apa Pengertian Stress

Pengertian Stress
Pengertian stress secara harfiah adalah keras. Kata stress berasal dari bahasa latin yakni Stingere yang mengalami modifikasi berkelanjutan dari straise, strest, stresce dan kemudian stress. Di abad ke-17, kata stress diartikan sebagai sebuah kesukaran, kesusahan, kesulitan dan atau penderitaan. Akan tetapi, menariknya pada abad ke-18 kata stress beralih pada pemaknaan yang menunjukkan kekuatan, tekanan, ketegangan, ataukah usaha yang berpusat pada suatu benda dan juga (kekuatan mental) manusia.

Beberapa ahli mencoba untuk mendefenisikan stress agar lebih terarah. Berdasarkan pendapat MC.Nerney, disebutkan bahawa stress merupakan reaksi fisik, mental, dan kimiawi dari tubuh terhadap situasi yang menakutkan, mengejutkan, membingungkan, membahayakan dan juga berpotensi merisaukan seseorang. Pendapat ini jauh lebih maju ketimbang pendapat Lazarus dan Folkman yang hanya mendefenisikan stress sebagai hubungan khusus antara manusia dan lingkungannya dimana manusia tadi terbebani. 

Beberapa Terapi Menghilangkan Stress

Terapi Menghilangkan Stress
Stress secara sederhana bisa diartikan sebagai kondisi dimana terdapat tekanan secara fisik maupun psikis dari dalam diri ataupun lingkungan sekitar. Stress bisa terjadi karena faktor eksternal maupun internal. Tuntutan hidup yang semakin kompleks dan tidak diikuti dengan manajemen mental akan menimbulkan konflik dalam diri seseorang. Untuk menghindari ataupun juga mengusir serangan stress, diperlukan beberapa metode yang biasanya bergantung pada kondisi orang tersebut. Metode mengatasi stress antara lain dengan pendekatan farmakologis, perilaku, kognitif, meditasi, terapi hypnosis dan juga terapi menghilangkan stress dengan musik. Dua metode terakhir cukup banyak diminati sebab cenderung lebih mudah dan menyenangkan dibandingkan cara lainnya.

Menjinakkan Stress Dengan Musik

Salah satu terapi mengusir stress adalah dengan menggunakan musik. Jenis terapi ini masih terbilang baru dalam dunia keperawatak. Di Indonesia, sudah ada beberapa ahli yang meneliti hal ini dan menemukan fakta bahwa pemberian intervensi terapi musik klasik pada mahasiswa yang sedang menghadapi skripsi memberikan pengaruh berupa penurunan hormon adrenokortikotropik (ACTH) atau hormon stress. Hal ini kemudian menyebabkan seseorang menjadi lebih rileks dan tenang sebab musik klasik merangsang pengeluaran senyawa endorphine dan serotonin, yakni sejenis morfin alami dalam tubuh.